Pesan-pesan pra-nikah :)

the-wedding-rings

Pesan Bapak : Sebelum menikah, kamu harus kenal betul siapa calon yang akan kamu nikahi. Pelajari sikapnya, wataknya dan keluarga. Jangan sampai kenal-nya sebentar saja. Pastikan orangnya dengan benar.

Pesan Ibu : Kalau sudah ada yang datang, orang baik-baik, yang penting agamanya bagus, kamu cocok terima saja. Tapi kamu juga harus sreg, suka. Kenali keluarganya dan kebiasaan dia. Tapi ingat, ketika sudah kenal, gak ada yang sempurna sesuai kemauanmu. Mungkin disatu sisi dia kurang yang ini, tapi pasti ada kelebihannya. Kalau dengan yang lain juga seperti itu, mungkin sikapnya baik, tapi pasti ada hal yang dia gak punya dari calon sebelumnya. Mama dan Bapak selalu doakan yang terbaik buat kalian.

Pesan Kakak : Yang penting agamanya bagus sih, itu aja dulu. Lalu komunikasi bisa nyambung, ada kecocokan. Semua balik ke kedua pihak, bisa menerima kebiasaan dan pribadi masing-masing.

Pesan Mbak : Komunikasi harus nyaman. Bahas terang-terangan tentang kehidupan setelah nikah, jangan ada yang ditutup-tutupi. Harus mandiri. Kenali wataknya dan keluarga, setelah tau pertimbangkan dalam hati. Kalau merasa sanggup menjalani dia & keluarganya, menikahlah.

Pesan sang inspirator : Semua kriteria yang Islami pasti kamu sudah paham. Diluar itu, menikah adalah Ibadah namun harus bisa memikirkan segala konsekuansinya juga. Berbeda hal yang kecil saja, semisal suku, pekerjaan dan sebagainya terkadang bisa jadi persoalan. Artinya, fikirkan dengan baik siapa kelak yang akan menjadi suami dengan segala konsekuensi yang ada.

Pesan seorang teman : Yang utama, rukun Iman dan Islamnya benar. Itu saja. Jika dia datang, maka terimalah.

Pesan yang lain : Ingat, menikah bukan hanya sebatas menjalin kebahagiaan sendiri, tapi kita punya visi ukhrawi. Keluarga dakwah.

Pesan hati wanita muda single : Jika usiaku masih 20 tahun, aku mau main-main dulu, kerja, beraktifitas dan memaksimalkan pelayanan ke orang tua dan yang lain. Menikmati hidup seperti ini dulu, lebih bebas. Tapi kamu harus tau, kadang menikah bukan lagi antara mau atau tidak, tapi karena suatu waktu menikah adalah jalan hidup, ibadah dan bahkan kewajiban. Maka, menikahlah.

Dan banyak pesan yang lain dari versi mereka, sah saja!. Ya, menikah memang bukan karena mengikuti komentar sekitar. Tapi bermusyawarah itu suatu hal yang baik. Tidak kecewa orang yang istikharah (minta pilihan kepada Allah), tidak menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak melarat orang yang hemat. (diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Ash-Shaghir dan Al-Ausath)

Terakhir, yang paling utama adalah bagaimana kita bisa melibatkan Allah SWT dalam setiap putusan yang akan kita ambil.
Jalan dan caranya benar, keyakinan tepat, setelah itu, menikahlah!

sumber disini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s